Menjelang konser Maroon 5.

Oke. Mulai posting.
Timeline penuh.
Penuh sama apa?
Sama mereka yang nonton Maroon 5. Sama mereka yang bisa meet and greet sama Maroon 5. Sama mereka yang sekarang ke bandara untuk menyambut Adam Levine dkk. Sama mereka yang berkesempatan melihat langsung Maroon 5. Sama mereka yang satu ruangan dengan Maroon 5.

Iri? Banget. Kesel? Apalagi. Keki? Jangan ditanya. Apalagi sama yang namanya PIPIT, wanita yang bikin Adam Levine penasaran! Dem.
Kok mereka bisa seberuntung itu?

Well, jangan bilang kalo gue nggak usaha. Dari awal berita Maroon 5 mau ke Indonesia, gue udah shock berat. Lompat-lompatan kesana-kemari. Nggak bisa diem, nyengir melulu. Jedak-jeduk nggak karuan. Karena apa? Idola gue yang selama ini tak terjangkau, nun jauh disana dan bisa gue nikmati lewat MP3 doang, selangkah lebih dekat dengan gue. Mereka di Jakarta, gue di Tangerang. Look! Nggak jauh kan?

Gue shock. Sampe temen-temen bilang gue keracunan.

Semenjak akun twitter @maroon5 mengumumkan berita sensasional buat gue tahun lalu, setiap hari playlist gue penuh Maroon 5 semua. Lagu-lagu mereka yang gue puter tuh seakan-akan real. Seakan-akan mereka berbicara dengan gue. Gue nabung, biar bisa beli tiketnya. Malang. Dalam waktu 10 jam tiketnya SOLD OUT. Dan gue nggak dapet tiketnya.

Gue hampir patah semangat. Tapi setiap muter playlist lagi (seringnya sih album hands all over), Adam seakan-akan ngomong sama gue : “Jangan nyerah! Kapan lagi bisa nonton aku?”. Dan saat itu juga semangat gue muncul lagi. Gue cari akun di twitter yang ngadain kuis dan hadiahnya tiket Maroon 5. Ketemu! Om @AdrieSubono ngadain KuDa pertama waktu itu. Pertanyaannya masih gue inget : Dalam waktu berapa jam tiket Maroon 5 sold out?

Dan, meskipun jawaban gue bener tetep gagal. Yang ikutan kuisnya tuh RATUSAN RIBU ORANG! Bayangin, betapa keberuntungan berlaku disini. Dan kuis-kuis KuDa yang berikutnya selalu gue ikutin. Meskipun akhirnya gagal terus. But, it’s okay. Mungkin bukan rezeki gue. Mungkin kesempatan gue untuk menonton konser mereka bukan sekarang, mungkin aja gue nonton mereka langsung di LA! Mungkin.

Tetapi mungkin salah satu alasan terbesar gue yang enggak tergoyahkan (hampir sih) untuk tetap menunggu waktu itu tiba adalah, karena gue percaya gue pasti bisa menonton mereka. Mungkin nanti. Entah kapanpun itu.

Skeptis, ya. Sarkastis, mungkin. Tapi enggak apatis. Dan menyimpan harapan. Itu gue.

cheers,

Puji Eka Lestari

Advertisements

6 thoughts on “Menjelang konser Maroon 5.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s