Jangan susah-susah bunuh diri, toh kita akan mati juga

Jadi, barusan gue nonton berita di televisi tentang remaja yang sengaja menabrakkan dirinya di kereta yang sedang melintas. Sudah bisa ditebak akhirnya : meninggal di tempat dengan kondisi yang mengenaskan. Warga sekitar langsung geger karena remaja ini tidak diketahui identitasnya.

Seketika itu juga kening gue berkerut setelah mendengar komentar adek perempuan gue : “halaah, masih muda kok bunuh diri! frustasi amat ya?” sambil mengambil remote dan mengganti channel televisi. Iya bener, komentar adek gue yang ‘mungkin’ cuma keluar sebagai ungkapan kebosanan dan keluar secara spontanitas itu menggelitik benak gue.

Pertanyaan yang langsung mendesak di otak gue adalah : Apa sih yang menjadi alasan konkret bagi orang-orang yang menghabisi hidupnya sendiri atau dengan kata lain bunuh diri? Segitu burukkah kehidupan mereka sampai benar-benar tidak mempunya hal yang cukup indah untuk dijalani dan lebih memilih untuk mengakhiri hidup mereka? Ataukah memang bunuh diri menjadi semacam ‘jalan keluar’ dari semua permasalahan mereka?

Mungkin manusia-manusia itu hanya putus asa. Mereka menaruh ekspektasi yang begitu tinggi tentang kehidupan dan terus hidup dalam mimpi-mimpi mereka sehingga lupa mengijak realitas. Begitu mereka terbangun, mereka kaget bahwa hidup yang sebenarnya tidaklah sesuai dengan yang mereka harapkan. Mereka frustasi, bingung mau melangkah kemana, sedangkan realitas terus mengejar mereka tanpa ampun. Dan akhirnya, bum! Mereka memilih menghabisi hidup mereka karena mereka pikir itulah jalan terpendek untuk menyelesaikan semua urusan mereka.

Yah, gue juga nggak mau menyalahi dan menghakimi mereka. Cuma, menurut gue dibandingkan dengan menghabisi hidup mereka dengan cara yang singkat begitu, lebih baik berpikir lebih maju ke depan. Emang, ngomong begini doang sih gampang, karena gue nggak mengalami hal yang mereka alami. Hanya aja, cobalah pikir, berapa ribu manusia di muka bumi ini yang sekarat dan berharap kalau aja mereka diberikan kesempatan lagi untuk menjalani hidup? Dan mereka yang sehat jasmani itu dengan mudahnya menghabisi hidup! Sesak nggak sih?

Pesan gue, jangan susah-susah bunuh diri dan menyiksa diri dulu sebelum mati. Tanpa kita sadari, kematian itu mengikuti kita kok. Mereka akan datang di saat yang tak terduga. Mereka nyata. Mereka ada. Jadi ngapain pake bunuh diri segala kalau toh kita semua akan mati. Mending isi hidup kita dengan hal-hal yang bermanfaat, isi dengan hal-hal yang memang kita suka dan pengen kita lakukan.

Ah, manusia senang merumitkan sesuatu yang sebenarnya sederhana sekali dan menggampangkan sesuatu yang sesungguhnya perlu diteliti lebih dalam lagi. Sepeti gue ini. Halah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s