Oke, lewatin aja post yang ini.

Yah, apa gunanya merintih di tengah raungan klakson penyentak jiwa dan kungkungan besi-besi berjalan itu? Apa gunanya pula menuntut keadilan karena pada dasarnya hidup itu sendiri tidak pernah adil? Teruslah berjalan, menatap ke depan dan ciptakanlah kehidupanmu sendiri tanpa mempedulikan kehidupan orang lain. Apa? Kau bilang aku egois? Anti sosial? Ah biarlah, aku takkan mempedulikan apa pendapatmu karena pendapatmu takkan bisa merubah kehidupanku. Urus kehidupanmu sendiri, dan aku akan mengurus kehidupanku. Terkadang aku berpikir, betapa pathetic-nya orang yang senang meributkan kehidupan orang lain. Namun sekarang aku sadar, ternyata aku sendiri pun pathetic karena pada dasarnya postingan ini ditujukan untuk orang yang suka meributkan kehidupan orang lain. Astaga, aku meracau lagi. Tsk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s