Jadi, kecerdasan itu?

Senja kemarin kembali dihabiskan dalam kendaraan roda empat, dengan berbagai macam perenungan random yang mampir tiba-tiba saat berada di tengah kemacetan, matahari yang hampir tenggelam dan meninggalkan semburat merah, serta lampu-lampu kota yang mulai menyala.

Mungkin ini adalah racauan yang terlalu panjang namun tidak mempunyai penyelesaian.

Salah satu perenungan aneh itu adalah : I can’t control my uncontrolable jealousy towards one of my dearest friend. Iya, ini mengenai kejujuran tentang rasa iri dan kecemburuan saya terhadap salah satu teman saya. Saya iri terhadap dia yang lebih unggul dalam berilmu. Yang berwawasan luas. Yang pemikirannya jauh ke depan. Yang daya analisis-nya tajam sehingga tidak mudah terjebak. Saya akui, saya sangat iri.

Seluruh pembicaraan dengannya memang menyenangkan. Banyak sekali pengetahuan-pengetahuan baru yang bisa ditarik dari setiap pertukaran kata. Dia cerdas, saya tahu itu. Dia bisa memasukkan teori-teori untuk semua jenis masalah tanpa terkesan menggurui. Bagusnya lagi, dia tidak segan-segan membagi ilmunya dengan siapa saja. kecerdasan tidak membuatnya sombong. Dan saya berusaha menyerap semua pengetahuan baru itu dalam-dalam dan menempelnya dalam otak. Tapi saya tidak bisa memungkiri kalau saya memang menyimpan sebersit rasa iri dalam hati.

Saya merasa malu dengan diri sendiri.

Untuk memiliki kecerdasan secara menyeluruh memang dibutuhkan sebuah proses. Dan dia telah menjalani fase itu. Dia telah membiarkan dirinya ditempa. Sementara saya? Saya tidak bisa serta-merta merasa iri dengan kecerdasan yang dia miliki tanpa melalui proses.

Pertanyaannya : Apakah kecerdasan ada untuk dibanding-bandingkan? Apakah kecerdasan memang diciptakan untuk menjadi indikator sesorang untuk merasa iri? Kalau memang iya, dengan parameter apa kecerdasan bisa dibanding-bandingkan?

Bicara tentang kecerdasan, di masyarakat telah tertanam pandangan bahwa mereka yang tidak bersekolah adalah orang yang bodoh, sementara mereka yang berseragam, yang bisa mengecap pendidikan di bangku sekolah adalah orang yang pandai, berpendidikan. Pandangan ini seolah-olah menegaskan bahwa kecerdasan adalah milik mereka yang bisa sekolah. Kebayang nggak sih? Kecerdasan dinilai hanya sebatas buku, papan tulis, dan spidol!

Kecerdasan ada bukan untuk dibanding-bandingkan. Kecerdasan ada bukan untuk membangkitkan kesadaran bahwa kita lebih unggul dari yang lain sementara yang lain masih tertinggal. Kecerdasan ada untuk membantu mereka yang tertinggal supaya memiliki ilmu yang sama dengan kita. Ilmu bukan untuk dimiliki orang-orang tertentu saja. Ilmu bukan milik siapa-siapa. Ilmu milik kita semua, secara universal, dan tidak memedulikan batas-batas ekonomi, sosial, dan lain-lain.

Namun, seringkali orang yang memiliki kecerdasan terpeleset dalam jurang egoisme dan merasa lebih superior dari sesamanya. Tak jarang, karena merasa lebih tinggi, dia seenaknya saja membodoh-bodohi manusia yang ilmunya berada jauh di bawah. Kalau sudah begini, salah nggak kalau saya bilang kecerdasan tak ada beda dengan kejahatan?

Kembali lagi ke atas. Mungkin agak sebel ya, mendengar manusia yang iri dengan kecerdasan orang lain seperti saya. Karena, ilmu dan kecerdasan adalah tanggung jawab masing-masing individu dan ini adalah kebebasan masing-masing : lo pengen mengembangkan otak lo atau tidak. Kalau iya, maka lo bisa cerdas dan kalau nggak yaudah otak lo cuma sampe situ aja. Jadi kecerdasan bukanlah legalitas bagi individu untuk bersikap superior terhadap manusia lain.

Dan, setiap manusia bukannya berhak. Tapi berkewajiban untuk terus menempa otaknya dan terus belajar.

Kesimpulannya?

Advertisements

One thought on “Jadi, kecerdasan itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s