Inilah negara tempat kita bernaung

Semua orang menyuarakan kedamaian.
Keinginan untuk bersatu.
Hidup nyaman tanpa ada rasa takut.
Tidak ada lagi rasisme dimana-mana.
Semua orang terbuka dengan perbedaan.
Isu SARA tidak lagi terdengar gaungnya.
Mereka berharap bisa hidup dengan saling menyayangi sesama.

Tapi,

Manusia ibu kota sibuk mengejar gadget terbaru yang maha canggih, rela mengeluarkan uang berpuluh-puluh, berartus-ratus ribu hingga menginjak angka jutaan dan rela antri untuk mendapatkannya

sementara…

Para buruh harus berdemo terlebih dahulu untuk mengemis kenaikan gaji dengan nominal dua ratus ribu rupiah setiap bulan. Anak-anak jalanan harus merasakan panas dingin cuaca di luar demi mencari sesuap nasi.

Remaja sibuk meniru budaya-budaya asing. Tidak kenal lagi dengan tarian daerah, atau budaya-budaya Indonesia yang lain

sementara…

Pekerja seni yang menjajakan budaya Indonesia dengan keliling di tiap daerah, rela tak di bayar sepeser pun. Semua itu dilakukan agar budaya itu tetap hidup. Tak jarang mereka membiarkan perut yang lapar karena tak ada pemasukan.

Mereka lebih bangga menggunakan barang-barang luar negeri ketimbang produksi dalam negeri

sementara…

Penghasil barang-barang khas Indonesia rela memutar uang bulanan mereka yang tidak seberapa sebagai modal usaha supaya produksi mereka tetap berjalan.

Pria kaya itu sibuk dengan mobil-mobil mewah yang harganya mencekik. Tak hanya satu. Tapi dua, tiga, empat… Dengan arogan membuat tempat parkir yang luas untuk mobilnya

sementara…

Jutaan orang sangat miskin bahkan untuk memiliki tempat berteduh sekalipun. Mereka tidur di jalan, tak jarang di usir karena dianggap mengganggu kenyamanan.

Wanita-wanita metropolitan itu mengeluh betapa lelahnya memburu barang-barang branded. Sibuk terbang keluar negeri demi mendapat LV atau Chanel dengan setengah harga

sementara…

Banyak wanita yang banting tulang untuk menghidupi keluarganya, di samping harus mengurus rumah tangga. Tak terhitung lagi waktu yang mereka habiskan untuk bekerja dan bekerja, dengan waktu istirahat yang sangat sedikit.

Pelajar bolos sekolah, dan berakhir di tempat-tempat hiburan, warnet, tempat PS. Sebagian besar dari mereka menganggap masuk sekolah adalah kewajiban untuk memenuhi absen dan menerima uang jajan

sementara…

Banyak dari mereka yang harus putus sekolah karena biaya yang mencekik. Untuk hidup saja sulit, apalagi membayar sekolah? Keinginan mereka untuk belajar sangat tinggi. Tak bisa mengandalkan beasiswa, karena disini segala sesuatu yang berhubungan dengan uang pasti dipersulit.

Gadis-gadis membelanjakan uangnya untuk fashion terbaru setiap bulan. Isi lemari mereka sudah penuh, tapi tak menyurutkan keinginan mereka untuk membeli baju baru setiap bulannya. Memuja model-model di majalah, berharap mereka bisa stylish seperti itu

sementara…

Banyak bayi yang baru lahir harus meninggal dunia, karena kedinginan. Orangtua mereka tidak punya cukup uang untuk membeli baju yang sesuai dengan kebutuhan.

Inilah faktanya.

Inilah negara tempat kita bernaung.

Mari berkaca (:

Advertisements

3 thoughts on “Inilah negara tempat kita bernaung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s