Sang Pengagum

And God, I miss the girl
And I’d go a thousand times around the
world just to be
Closer to her than to me…

Dido menatap sketsanya dengan puas. Denah ruang untuk proyek yang sedang dikerjakannya terlihat sempurna. Detail sirkulasinya bagus, dengan deskripsi penataan ruang yang masuk akal.

Ia menyesap kopinya dan meregangkan badannya yang sedari tadi kaku. Sejak pagi ini, ia sudah berada dalam kedai kopi ini, menempati bangku di sudut ruangan agar bisa mengamati seluruh pengunjung dengan leluasa.

Matanya tertumpu pada gadis yang duduk sendiri di depan jendela besar. Kedua bola matanya bergerak ke kiri dan kanan, mengikuti lalu lalang para manusia yang berjalan tergesa karena hujan yang menderas. Tatapannya kosong dan aura kesunyian menguar di sekelilingnya.

Mata itu. Ia bisa mengenalinya meskipun secara keseluruhan gadis itu sudah berubah, jauh lebih dewasa. Mata yang memancarkan kecerdasan dan kelembutan. Mata yang membuatnya jatuh cinta.

Dadanya berdegup kencang. Sejak kapan ia duduk di sana? Mengapa ia tidak menyadarinya?

Dia tetap cantik seperti biasa, meskipun raut kesepian tampak menggurat di wajahnya. Manis, dalam balutan sweter coklat muda dan rambut yang dikuncir kuda.

Gadis itu melempar pandang, mengamati pengunjung satu persatu. Menatap lama pada pasangan arsitek dan gadis pembaca buku, juga pasangan backpacker. Lalu tersenyum hambar dan menyesap kopinya. Tak lama kemudian dia kembali mengedarkan pandang.

Dan pandangan gadis itu tertumpu padanya.

Dido nyaris membuat sketsanya terkoyak saking gugupnya. Seketika itu juga seluruh persendiannya melemas.

Dengan segera dia menyambar postman bag dan sketsa denahnya, lalu bangkit berdiri. Ini kesempatannya. Ini kesempatan emas untuk mendekati gadis itu. Dalam langkah yang percaya diri, dia berjalan mendekat.

Dan langkahnya terhenti. Belum sempat dia menghampiri kursi gadis itu, seorang laki-laki berkemeja flanel datang dan mendahuluinya.

Notes :

Ini lanjutan flash fiction yang berjudul Sendiri. Dan mungkin akan terus merasa sendiri.

Advertisements

11 thoughts on “Sang Pengagum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s