Apakah yang kita harapkan dari hujan?

Apakah yang kita harapkan dari hujan? Mula-mula
ia di udara tinggi, ringan dan bebas; lalu
mengkristal dalam dingin; kemudian melayang
jatuh ketika tercium bau bumi; dan menimpa
pohon jambu itu, tergelincir dari daun-daun,
melenting di atas genting, tumpah di pekarangan
rumah, dan kembali ke bumi.
[Sapardi Djoko Damono, Hujan dalam Komposisi 2]

Seharian hujan. Pagi disambut hujan dan malamnya (pun) ditutup dengan hujan.

Aku suka hujan. Mungkin hampir semua orang pun begitu. Siapa yang bisa membenci hujan dengan rintiknya yang lembut menyentuh tubuh?

Rintik hujan menyembunyikan sesuatu. Menerpa dengan meninggalkan jejak basah yang menyenangkan untuk diusap. Rintik hujan adalah aksara yang menunggu untuk diterjemahkan oleh mereka yang jeli menangkap suasana. Rintik hujan adalah sembilu yang memenuhi jiwa-jiwa kesepian yang berpura bahagia.

Mungkin ada pula rintik hujan yang terselip di sela-sela relung hati. Semoga rintiknya mampu memberi desir pada hati yang terlanjur mengeras. Semoga rintiknya mampu mengetuk jendela hati yang sebelumnya menutup pada kemungkinan baru.

Mari duduk di pinggir jendela sambil menikmati hujan.

 

Advertisements

One thought on “Apakah yang kita harapkan dari hujan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s