The End

Kemanapun kamu pergi, tampaknya lampu sorot akan selalu mengarah kepadamu.

Akan tetapi, pernahkah kamu berpikir bagaimana rasanya berada di posisiku? Setiap kali namamu disebut, ada luka yang perlahan-lahan terkuak kembali. Ada rasa sakit yang merambati hatiku. Ada gumpalan perasaan yang memenuhi rongga dadaku. Sesak. Aku kembali teringat dengan malam-malam panjang yang kuhabisi dengan tangis, menyandang status sebagai ‘yang tidak terpilih’, menangisi kekurangan diri, dan menyalahkan diri sendiri karena bisa-bisanya aku terjebak dalam kondisi seperti ini. Orang yang kuinginkan menginginkanmu dan kamu menginginkan orang lain. Kita terjebak dalam segitiga.

Kamu tahu betapa seringnya ia menyebut namamu setiap kali kami bersama? Dia begitu menyukaimu, menyayangimu, selama lima tahun lamanya dan kamu bahkan tidak pernah serius terhadapnya. Kamu malah  menjatuhkan diri pada laki-laki brengsek yang hanya bisa menyakiti hatimu. Kamu tersakiti, dia tersakiti, dan aku tersakiti. Kita sama-sama terhenti pada stasiun kegagalan.

Aku lelah dengan keberadaanmu. Kamu perempuan yang jahat. Kamu membuatnya berharap hingga terbang tinggi ke langit ketujuh dan lupa memijak daratan. Kamu membuatnya hidup dalam gelimang harapan palsu yang tak nyata. Kamu membuatnya tersiksa, membuatnya terjatuh lagi ke dalam lubang yang sama untuk entah yang kesekian kalinya.

Kamu bahkan tak sadar bahwa kamu telah mempermainkannya. Ah ya, kamu memang selalu memainkan peran sebagai perempuan lemah lembut yang tak mampu menolak dan menerima perhatian siapa saja. Kamu baik, perhatian, manis, ramah, lugu, dst, dst. Kamu tahu? Perhatianmu, sekecil apapun itu, seringnya diartikan sebagai perhatian lebih oleh mereka. Kamu harus mulai menyadarinya. Hidup dalam pengharapan yang kosong itu menyakitkan.Entah kapan aku bisa memanggilmu atau berbincang denganmu tanpa rasa kesal yang berlebih. Memanggil namamu tanpa emosi, bertukar tawa dengan ringan, atau berbicara tentang hal-hal remeh. Entah kapan.

Maaf ya. Tampaknya sampai kapanpun aku akan tetap terganggu oleh keberadaanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s