Lari

Lari saja. Kayuh kakimu secepat-cepatnya, sekencang-kencangnya, hingga dadamu rasanya akan segera meledak karena sesak. Lari. Lari saja, seolah-olah ada puluhan anjing yang mengejar di belakangmu. Lari, seolah-olah nyawamu akan berakhir bila kecepatan larimu berkurang satu detik saja. Lari. Lari. Lari.

Lagipula, memangnya apa lagi yang bisa kau lakukan selain lari?

Toh, kau selalu berlari semenjak mengenal bagaimana caranya berlari. Menghindar dan menjauh dari entah apa.

Lari. Lari saja. Di dalam mimpi maupun kehidupan nyatamu. Pokoknya lari.

Hanya satu pesanku:

Bayang-bayang akan tetap mengikuti kemanapun kau berlari jika cahaya masih ada di dunia ini.

Suatu saat, kau akan mati kelelahan. Dan ketika saat itu tiba, kau tidak akan mampu lagi berlari.

#Halaman 30 dari 365

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s